Start A Conversation
Click here to talk with TDM Chatbot !
Click here to chat with me!
Search our website now
Beranda » Berita » Proyek Terbaru » Proyek Pemeliharaan Tangki Penyimpanan MT 31 (1×200 KL) di PT Berau Coal BMO 1 Suaran
Dalam industri pertambangan skala besar, keandalan infrastruktur penyimpanan bahan bakar adalah urat nadi yang menentukan kelancaran seluruh kegiatan operasional alat berat. Setiap tangki timbun menuntut tingkat pemeliharaan yang presisi untuk mencegah risiko kebocoran, degradasi kualitas bahan bakar, hingga insiden keselamatan. Menjawab tantangan tersebut, PT Tri Daya Maxima telah berhasil menyelesaikan proyek “Pemeliharaan Tangki Penyimpanan 1×200 KL” secara komprehensif untuk fasilitas milik PT Berau Coal.
Dalam industri pertambangan skala besar, keandalan infrastruktur penyimpanan bahan bakar adalah urat nadi yang menentukan kelancaran seluruh kegiatan operasional alat berat. Setiap tangki timbun menuntut tingkat pemeliharaan yang presisi untuk mencegah risiko kebocoran, degradasi kualitas bahan bakar, hingga insiden keselamatan. Menjawab tantangan tersebut, PT Tri Daya Maxima telah berhasil menyelesaikan proyek “Pemeliharaan Tangki Penyimpanan 1×200 KL” secara komprehensif untuk fasilitas milik PT Berau Coal.
Proyek pemeliharaan yang berfokus pada pekerjaan Cleaning Tank MT 31 ini berlokasi di area vital, yakni Site Binungan Mine Operation 1 (BMO 1), Suaran, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dengan tenggat waktu pengerjaan yang ketat selama 60 hari kalender, tim engineering kami dituntut untuk bekerja dengan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan standar kualitas dan keselamatan. Pekerjaan pemeliharaan ini diserahterimakan dengan jaminan kualitas yang kuat, di mana garansi pekerjaan berlaku penuh hingga tanggal 31 Desember 2025.
Sebelum menyentuh aspek mekanikal, fase persiapan (Preparation Works) menjadi fondasi krusial bagi kelancaran proyek. Kami memulai pekerjaan dengan proses mobilisasi dan demobilisasi (Mob-Demob) peralatan kerja, material, serta tenaga ahli ke area site di Berau secara terukur.
Mengingat proyek ini berada di area tambang aktif yang memiliki risiko tinggi, alokasi khusus untuk aspek Safety, Health & Welfare of the works diterapkan secara ketat. Implementasi Job Safety Analysis (JSA), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berstandar, hingga pemantauan kesehatan pekerja menjadi prioritas utama. Langkah preventif ini menjamin bahwa seluruh tahapan konstruksi dan pemeliharaan berjalan sejalan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pertambangan yang berlaku tanpa adanya insiden (zero accident).
Pekerjaan pemeliharaan tangki MT 31 tidak sebatas pembersihan visual, melainkan mencakup intervensi teknis menyeluruh yang terdiri dari inspeksi, pengujian tak rusak (Non-Destructive Test), hingga kalibrasi metrologi. Berikut adalah penjabaran detail dari eksekusi Scope of Work (SOW) di lapangan:
Fase pertama dari pemeliharaan inti adalah penanganan sisa produk dan endapan (sludge) di dalam tangki. Pekerjaan Flushing and Drying Tank dilakukan dengan prosedur confined space (ruang terbatas) yang ekstra ketat. Tangki disirkulasi, dibersihkan menggunakan solvent yang aman, dan dibilas (flushing) secara berulang hingga sisa hidrokarbon dan partikel kotoran yang berpotensi menyumbat filter bahan bakar hilang sepenuhnya.
Setelah proses flushing, tangki dikeringkan (drying) menggunakan peralatan ventilasi mekanis (blower) untuk memastikan tingkat Lower Explosive Limit (LEL) berada pada angka nol sehingga aman untuk pekerjaan panas (hot work). Tidak hanya berfokus pada area internal, tim kami juga mengeksekusi Washing Roof Tank guna menghilangkan kontaminan korosif, debu tambang, dan kotoran eksternal yang menempel pada atap tangki akibat paparan lingkungan ekstrem di area Berau.
Integritas struktural tangki adalah jaminan utama dari proyek ini. Oleh karena itu, Inspection Works dilakukan secara ekstensif melibatkan berbagai disiplin pengujian teknis:
Kami melakukan pemindaian ketebalan (thickness) pada pelat dasar tangki menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge. Hal ini vital untuk mendeteksi penipisan pelat akibat laju korosi, sehingga kelayakan tangki dapat diverifikasi secara empiris.
Untuk memastikan sambungan las (welding joint) bebas dari cacat mikroskopis, kami menerapkan pengujian NDT berupa Magnetic Particle Testing (MT) dan Penetrant Testing (PT). Metode ini sangat efektif dalam menemukan retakan permukaan (surface cracks) maupun diskontinuitas pada area las yang rentan terhadap tekanan hidrostatik.
Guna memastikan tidak ada kebocoran sekecil apa pun pada area pelat dasar (bottom plate), metode Vacuum Test diaplikasikan secara presisi pada setiap jalur pengelasan. Sebagai pengujian final atas kekuatan struktural tangki, Hydrotest dilakukan dengan mengisi tangki menggunakan air secara penuh untuk menguji ketahanannya terhadap tekanan maksimal sebelum dioperasikan kembali dengan bahan bakar.
Pemeliharaan tidak akan lengkap tanpa memperhatikan sistem perpipaan dan katup kontrol. Sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur, kami melakukan penggantian unit Gate Valve berukuran 3 inci (Replace Gate Valve 3″). Penggantian ini krusial untuk mencegah kebocoran jalur distribusi (passing), mengembalikan responsivitas sistem insulasi, dan menjamin aliran produk dapat dikendalikan dengan aman selama fase penerimaan (receiving) maupun penyaluran (dispensing) bahan bakar di Site Suaran.
Untuk memberikan lapisan proteksi antikorosi jangka panjang sekaligus mengembalikan estetika fasilitas, tahap Painting Tangki MT 31 beserta sistem perpipaannya dieksekusi secara terintegrasi. Area permukaan baja dipersiapkan terlebih dahulu (biasanya melalui metode blasting atau mechanical cleaning) untuk menciptakan profil kekasaran yang ideal.
Setelah itu, sistem coating berlapis—yang terdiri dari cat dasar (primer), cat lapisan menengah (mid-coat), dan cat lapisan akhir (top-coat)—diaplikasikan. Pelapisan pelindung ini diformulasikan khusus untuk menahan paparan sinar UV yang intens, curah hujan, dan debu tambang di lingkungan BMO 1, sehingga usia pakai baja struktural dapat diperpanjang secara signifikan.
Dalam operasional terminal bahan bakar komersial maupun tambang, akurasi perhitungan volume adalah parameter mutlak. Tahap akhir dari proyek pemeliharaan ini adalah proses Tera 200 KL (Metrologi). Proses ini melibatkan institusi Metrologi Legal untuk melakukan pengukuran, kalibrasi ulang, dan sertifikasi tabel volume (strapping table) tangki MT 31. Dengan dilakukannya tera ulang, PT Berau Coal dapat memastikan bahwa setiap liter pergerakan bahan bakar yang keluar dan masuk dari tangki 200 KL ini tercatat dengan tingkat akurasi hukum yang sah, sehingga mencegah potensi kerugian (losses) finansial operasional.
Selesainya proyek “Pekerjaan Cleaning Tank MT 31” dalam waktu 60 hari kalender merupakan cerminan dedikasi PT Tri Daya Maxima dalam memberikan layanan One Stop Engineering Services. Mulai dari kebersihan ruang internal (flushing & drying), integritas struktural (NDT, Vacuum, Hydrotest), proteksi eksternal (Painting), hingga akurasi takaran (Tera Metrologi), seluruh Scope of Work berhasil diselesaikan secara tepat mutu dan waktu. Penyerahan fasilitas tangki 1×200 KL yang telah diperbarui ke PT Berau Coal di Site Binungan Mine Operation 1 memastikan fasilitas logistik ini siap menunjang produktivitas tambang dengan keandalan operasional yang dijamin hingga penghujung tahun 2025.
We believe that TDM will serve as a catalyst in creating a brighter future for Indonesia.
Start A Conversation
Click here to talk with TDM Chatbot !
Click here to chat with me!
Search our website now
