Sebagai kontraktor EPC terintegrasi, PT Tri Daya Maxima (TDM) mengeksekusi jasa konstruksi infrastruktur sipil untuk menopang beban industrial ekstrem. Dari pengecoran fondasi tangki masif hingga fasilitas site pabrik, kami menjamin stabilitas daya dukung tanah dan integritas struktural sejak dari titik nol.
Peralatan mekanikal bernilai miliaran rupiah tidak akan berumur panjang jika didirikan di atas fondasi yang rentan. Penurunan tanah yang tidak merata (differential settlement) atau getaran mesin yang tidak teredam sempurna dapat memicu keretakan fatal pada tangki baja dan keausan pada poros peralatan berputar (rotating equipment). Untuk menjembatani celah toleransi antara pekerjaan beton dan instalasi mekanikal, TDM hadir merancang bangun infrastruktur sipil bertulang yang memperhitungkan daya dukung statis dan dinamis dengan tingkat akurasi milimeter.
Dari survei topografi hingga penuangan beton terakhir, kami menghadirkan infrastruktur pendukung yang kuat untuk menjamin kelancaran rantai pasok fasilitas Anda:
Pengerjaan pengecoran beton bertulang Ring Beam dan Ring Wall untuk mendistribusikan beban fluida masif ke dalam tanah secara merata. Layanan kami juga mencakup pemadatan area alas tangki menggunakan lapisan pelindung pasir aspal (bitumen sand).
01
Konstruksi dudukan (pedestal) beton presisi tinggi untuk alat berat statis maupun dinamis seperti Genset, Kompresor, dan Pompa. Eksekusi akhir disempurnakan dengan injeksi material grouting anti-getar (non-shrink grout) untuk meredam resonansi.
02
Pembangunan sarana prasarana pendukung mutlak operasional pabrik dan site tambang. Lingkup pekerjaan meliputi konstruksi jalan akses untuk angkutan berat (rigid pavement), sistem drainase terpadu, pagar keliling keamanan (perimeter fence), hingga bangunan gardu utilitas.
03
| Parameter Material & Pekerjaan | Standar Kepatuhan PT Tri Daya Maxima |
| Mutu Beton Bertulang (Ready-Mix) | K-250 hingga K-500+ (Disesuaikan dengan analisis beban desain). |
| Baja Tulangan (Rebar) | Baja Ulir (Deformed Bar) BJTS 420 / U-50 berstandar SNI. |
| Material Bantalan & Pemadatan | Lapis Fondasi Agregat Kelas A/B, Bitumen Sand (Pasir Aspal). |
| Investigasi Daya Dukung Lahan | Uji Sondir (CPT / Cone Penetration Test), Boring Test, Standard Penetration Test (SPT). |
| Grouting Mesin Dinamis | Material Epoxy / Cementitious Non-Shrink Grout mutu tinggi. |
| Standar Acuan Rekayasa Sipil | SNI 2847 (Persyaratan Beton Struktural), ACI 318, ASTM International. |
Melakukan pemetaan kontur lahan dan pengujian daya dukung tanah (Sondir/Boring) untuk menentukan kedalaman tiang pancang (jika diperlukan) dan dimensi fondasi telapak (footing).
Pembersihan lokasi (site preparation), penggalian, penimbunan (cut and fill), serta pemadatan tanah dasar (subgrade) menggunakan alat berat kelas industri (Vibratory Roller).
Pemasangan cetakan beton (formwork) kayu/baja dengan penjagaan toleransi geometri yang ketat, dilanjutkan dengan perakitan kerangka baja tulangan sesuai dokumen Shop Drawing.
Penuangan beton secara berkesinambungan untuk mencegah titik sambungan rapuh (cold joint), dilanjutkan dengan proses perawatan (curing) untuk menjamin pencapaian kuat tekan karakteristik beton secara optimal.
Pasir aspal berfungsi ganda sebagai bantalan pemerata beban dan tameng anti-korosi. Lapisan ini mencegah uap air tanah bersentuhan langsung dengan pelat dasar baja karbon (bottom plate) tangki, sehingga secara drastis memperpanjang umur investasi storage tank Anda.
Ya. Sebelum merekayasa Ring Wall atau pondasi beban berat, tim engineering kami mewajibkan analisis data hasil Uji Sondir (CPT) atau Bore Hole untuk memastikan stratigrafi dan kekuatan aktual tanah di lokasi site Anda tidak akan mengalami amblas di masa depan.
Mesin yang menyala menghasilkan getaran (vibrasi mekanis). Material non-shrink grout (grouting tanpa susut) mengisi setiap celah mikro antara baseplate baja mesin dan fondasi beton. Ini menyalurkan beban dinamis secara merata ke bumi dan mencegah retaknya beton akibat resonansi putaran mesin.
Efisiensi waktu dan nihilnya konflik ketidakcocokan (zero mismatch). Karena TDM mengendalikan perhitungan letak baut angkur pada beton (pekerjaan sipil) sekaligus lubang baseplate tangki/mesin (pekerjaan mekanikal), akurasi instalasi peralatan berat di lapangan terjamin presisi tanpa perlu pembongkaran ulang.
Beton struktural umumnya membutuhkan waktu curing standar selama 28 hari untuk mencapai kuat tekan 100%. Namun, jika jadwal erection mekanikal proyek Anda sangat mendesak, TDM dapat mengaplikasikan aditif khusus (accelerator) pada campuran beton untuk mencapai kekuatan target operasional hanya dalam waktu 7 hingga 14 hari.
Tentu. Jika Anda merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kami melayani rekayasa sipil untuk pembuatan tangki WWTP / pengolahan limbah. Lingkup kami mencakup pengecoran beton bertulang kedap air (water-retaining structures) untuk bak ekualisasi, kolam aerasi, hingga bak sedimentasi yang dilapisi pelindung anti-korosi limbah kimia.
Hilangkan risiko kegagalan struktural akibat koordinasi antar-kontraktor yang buruk. Percayakan proyek Konstruksi Infrastruktur Sipil fasilitas industri Anda kepada TDM—kontraktor EPC yang memahami secara persis bagaimana menyatukan ketangguhan beton dengan presisi teknik mekanikal.