PT Tri Daya Maxima (TDM) kembali dipercaya sebagai kontraktor utama. Kami melaksanakan proyek perbaikan tangki timbun ESDM bertajuk “Repainting MT 74 & 62”. Proyek krusial ini berlokasi di area Lati Mine Operations dan Suaran Mine Operations milik PT Berau Coal.
Selanjutnya, fokus utama proyek ini bukan sekadar perawatan fisik rutin. Tujuannya adalah pemenuhan prasyarat mutlak untuk perpanjangan izin operasi. Izin kelayakan instalasi ini dikeluarkan langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Fasilitas penimbunan bahan bakar di area pertambangan tunduk pada audit keselamatan yang sangat ketat. Oleh karena itu, penurunan integritas pelat baja akibat korosi sangat berisiko. Hal tersebut dapat memicu pembekuan izin operasi dari pemerintah.
Dengan demikian, TDM ditugaskan untuk mengeksekusi restorasi struktural dan proteksi anti-korosi tingkat tinggi. Seluruh rekayasa teknis didesain secara spesifik agar tangki kembali prima. Kami menjamin fasilitas ini lolos verifikasi kelayakan operasi oleh inspektur ESDM.
Sebelum sentuhan fisik pada tangki dilakukan, persiapan keselamatan menjadi gerbang utama. Pertama-tama, tim TDM wajib menyusun dokumen K3L secara komprehensif. Dokumen ini mencakup Job Safety Analysis (JSA), HIRADC, serta Permit To Work. Tujuannya adalah untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari PT Berau Coal.
Setelah aspek legalitas terpenuhi, proses mobilisasi segera dilakukan. Area kerja diisolasi secara profesional menggunakan safety line dan pagar pembatas. Selain itu, seluruh pekerja lapangan diwajibkan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang spesifik.
Untuk menjangkau badan dan atap tangki, TDM memasang sistem perancah (scaffolding). Perancah ini didesain memenuhi standar keamanan BSS1139 atau EN39. Mengingat risiko bekerja di ketinggian, fasilitas ini wajib melewati proses inspeksi personel tersertifikasi. TDM juga memasang proteksi penutup untuk mencegah debu mencemari lingkungan.
Kekuatan sistem anti-korosi sangat bergantung pada fondasi permukaan bajanya. Pekerjaan diinisiasi dengan pembersihan menggunakan water jet dan proses degreasing. Kontaminasi membandel harus dieliminasi total menggunakan bahan pelarut (solvent) khusus.
Kemudian, proses mekanis dilakukan menggunakan mesin sandblasting. Target mutlaknya adalah mencapai standar kebersihan SSPC-SP 6. Di tahap ini, pelat baja harus benar-benar terbebas dari karat dan sisa oli. Setelah blasting selesai, penggunaan cairan berbasis asam dilarang keras.
Waktu adalah variabel paling krusial pada tahap ini. Pengecatan dasar wajib diaplikasikan maksimal 4 jam setelah pelat baja di-blasting. Jika waktu ini terlewati, area tersebut harus dibersihkan ulang tanpa kompromi.
Faktor lingkungan memegang peranan penting selama proses pelapisan. Pengecatan hanya diizinkan berlangsung pada kondisi cuaca cerah atau berawan. Bahkan, proses akan dihentikan otomatis jika kelembaban udara melampaui 85% RH.
Untuk memastikan presisi, metode stripe coating diaplikasikan pada titik-titik rawan seperti sudut tajam. Selanjutnya, metode pengecatan utama yang digunakan adalah Airless Spray. Hasil akhir harus seragam dan terbebas dari berbagai defek fisik pelapisan.
Kualitas bukan sekadar klaim, melainkan data. Tim inspektor TDM melakukan verifikasi berlapis, mulai dari pemeriksaan media abrasif hingga pengujian suhu. Selama proses berjalan, inspektor secara aktif memantau rasio pencampuran katalis.
Standar kelulusan proyek ini sangat ketat. Nilai rata-rata ketebalan pada area uji tidak boleh berada di bawah batas minimum spesifikasi. Secara keseluruhan, tidak ada hasil akhir yang diizinkan berada di bawah standar.
Apabila ditemukan defek, tim TDM memiliki protokol Touch Up yang responsif. Jika lapisan dasar baja tidak terekspos, area defek cukup dibersihkan dan diampelas halus. Namun, jika pelat baja terbuka, area tersebut wajib menerima tindakan spot blasting.
Di sisi lain, kerapian area pabrik klien adalah cerminan profesionalisme. TDM secara konsisten menerapkan budaya Good House Keeping setiap sore. Seluruh area kerja wajib dibebaskan dari kotoran residu. Limbah sisa proyek juga diklasifikasikan dengan ketat ke dalam penampungan khusus.
Pada akhirnya, seluruh dinamika harian didokumentasikan ke dalam laporan teknis transparan. Dokumentasi komprehensif ini menjadi bukti tak terbantahkan untuk meloloskan sertifikasi kelayakan tangki dari Kementerian ESDM.